eCanterTruk Listrik untukDistribusi Perkotaan
Kendaraan niaga listrik Mitsubishi Fuso dengan baterai 83 kWh, daya jelajah referensi 140 km, GVW 6.000 kg, dan e-Axle terintegrasi. eCanter relevan untuk distribusi kota dan fleet yang memiliki pola rute serta infrastruktur charging yang jelas.
Last Mile
Distribusi kota dengan rute yang berulang.
Retail & FMCG
Pengiriman harian dengan base operasional tetap.
Fleet Korporasi
Transisi armada menuju kendaraan listrik.
Low-emission Operation
Cocok untuk operasi yang memprioritaskan emisi lokal rendah.
Keputusan eCanter dimulai dari rute dan charging, bukan hanya spesifikasi kendaraan
Analisis jarak harian, waktu parkir, kapasitas listrik depot, jenis charger, bobot body, serta kebutuhan cadangan energi sebelum menentukan implementasi fleet.
e-Axle
Motor, inverter, gear, dan axle terintegrasi dalam struktur ringkas.
83 kWh
Baterai ukuran M pada spesifikasi Indonesia.
Fast Charging
Referensi sekitar 3 jam dengan charger 25 kW dari kondisi 0%.
Normal Charging
Referensi 11–12 jam dengan charger 7 kW.
Dimensi & Berat
- Wheelbase
- 3.400 mm
- Panjang
- 5.785 mm
- Lebar
- 1.880 mm
- Tinggi kabin
- 2.145 mm
- GVW
- 6.000 kg
Motor & Baterai
- Daya/Torsi
- 150 PS / 430 Nm
- Baterai
- 83 kWh
- Jarak referensi
- 140 km
- Kecepatan maks.
- 89 km/jam
- Sistem
- e-Axle
Charging
- Normal
- AC Type 1
- Fast
- CHAdeMO
- 7 kW
- ±11–12 jam
- 25 kW
- ±3 jam
eCanter vs Canter diesel harus dibandingkan dari total pola operasi
Bandingkan jarak harian, waktu charging, energi, payload efektif, body, downtime, dan pola fleet.
- jarak harian;
- waktu parkir;
- daya listrik depot;
- jenis body;
- jumlah unit fleet.

Keputusan eCanter harus menghubungkan kendaraan, rute, charger, dan operasi depot
eCanter bukan sekadar pengganti diesel satu-banding-satu. Daya jelajah referensi, pola muatan, waktu parkir, kapasitas listrik depot, jenis charger, temperatur, serta jadwal kendaraan harus dibaca sebagai satu sistem. Fleet yang memiliki rute berulang dan waktu parkir terencana biasanya lebih mudah dievaluasi untuk elektrifikasi.
Route-energy fit
Bandingkan jarak harian, beban, kontur, kemacetan, dan cadangan energi yang dibutuhkan.
Charging readiness
Pastikan daya listrik, lokasi charger, waktu pengisian, dan pola parkir mendukung operasi.
TCO & downtime
Hitung investasi kendaraan dan charging bersama energi, servis, utilisasi, serta risiko unit tidak siap pakai.
Lima angka operasional lebih penting daripada sekadar angka baterai
Sebelum meminta penawaran eCanter, kumpulkan data operasi aktual agar simulasi elektrifikasi tidak bersifat teoretis.
Km per hari
Gunakan data rute harian terjauh, bukan hanya rata-rata perjalanan.
Waktu parkir
Identifikasi jendela charging malam, siang, atau saat pergantian shift.
Daya depot
Periksa kapasitas listrik eksisting dan kebutuhan penambahan infrastruktur.
Body & muatan
Berat body dan pola muatan memengaruhi energi serta payload efektif kendaraan.
eCanter juga membawa sistem keselamatan aktif yang relevan untuk operasi kota
Brosur eCanter Indonesia mencantumkan ESP® untuk membantu stabilitas kendaraan dan LDWS untuk memberi peringatan ketika kendaraan keluar jalur dalam kondisi sistem dapat mengenali marka. Fitur ini tetap bersifat bantuan; pengemudi harus menyesuaikan kecepatan dan cara berkendara dengan kondisi jalan.
ESP®
Membantu mengelola tenaga penggerak dan pengereman untuk stabilitas kendaraan dalam kondisi tertentu.
LDWS
Memberi peringatan audio ketika sistem mendeteksi kendaraan keluar jalur tanpa sein pada kondisi yang sesuai.
e-Axle
Motor, inverter, gear, dan axle terintegrasi untuk struktur penggerak yang ringkas.
Regenerative operation
Karakter EV perlu dipahami bersama pola pengereman, rute, dan pelatihan pengemudi.
Berapa daya jelajah eCanter?
Brosur Indonesia mencantumkan referensi sekitar 140 km untuk baterai 83 kWh. Jarak aktual dipengaruhi beban, rute, suhu, gaya berkendara, dan penggunaan sistem kendaraan.
Berapa lama charging?
Referensi sekitar 11–12 jam pada normal charging 7 kW dan sekitar 3 jam pada fast charging 25 kW dari kondisi 0%.
Apakah eCanter cocok untuk semua rute?
Tidak otomatis. eCanter paling tepat ketika rute, jarak, charging, dan pola fleet sudah dianalisis terlebih dahulu.
Hitung rute dan charging sebelum beralih ke EV
Kirim jarak harian, lokasi depot, pola muatan, body, dan jumlah unit.